Perbandingan Persen Lemak Tubuh, Asupan Energi, Asupan Lemak, Kebiasaan Makan dan Aktifitas Fisik Pekerja dalam Ruangan dengan Pekerja Lapangan

Anik Yuliastuti, Didit Damayanti

Abstract


Abstract

In the study working group of employee shows percent of body fat is about 33,3% in best category of employee and weight body fat is about 94,0% in the good and excellent category. The aims of this study is to determine comparison to compare percent of body fat, energy intake, fat intake, eating habits, and physical activity in indoor and outdoor employee. This study used descriptive anlaysis with cross-sectional design. Total of respondent is 51 people employee indoor and outdoor, with aged 20-30 years, in health condition, ready to be sample, and not pregnant. The measuring instrument used to calculate percent of body fat is skin fold calipers. 24-hour recall method was used to determine the energy and fat intake. Eating habits and physical activity measured by questionnaire. We used Independent T-test for analysis. The results shows an average percent of body fat were higher in outdoor employee (1.25±5.98) than indoor employee (1.23±4.26). The average intake of energy in indoor employee is lower (92.8±20.76) than outdoor employee (97.5±10.91). The average intake of fat in indoor employee is higher (35.9±9.0) than outdoor employee (34.2±5.6). The average value of physical activity in indoor employee is lower (6.52±0.958) than outdoor employee (6.71±0.827). The results from bivariate anlysis shows no difference between percent of body fat, energy intake, fat intake, eating habits and physical activity among indoor and outdoor employee (p>0.05).

 

Keywords: Percent of Body fat, Eating Habits, Physicl Activity

 

 

Abstrak

Pada penelitian kelompok pekerja diketahui persentase lemak tubuh pekerja ringan hanya 33,3% dalam kategori baik dibandingkan dengan pekerja berat yang 94% lemak tubuhnya dalam kategori baik dan baik sekali. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbedaan persen lemak tubuh, asupan energi dan lemak, kebiasaan makan serta aktifitas fisik antara pekerja dalam ruangan dengan pekerja lapangan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Responden penelitian ini sebanyak 51 orang pekerja dalam ruangan dan lapangan yang memiliki usia 20-30 tahun, tidak dalam kondisi sakit, bersedia menjadi sampel dan tidak hamil. Alat ukur yang digunakan untuk persen lemak tubuh adalah skin fold kaliper. Metode recall 24 jam digunakan untuk mengetahui asupan energi dan lemak. Sedangkan kebiasaan makan dan aktifitas fisik menggunakan alat Bantu kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah uji-T Independen. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persen lemak tubuh lebih tinggi pada pekerja lapangan 25.18% (SD±5.98), dibandingkan dengan pekerja dalam ruangan 23.17% (SD±4.26). Rata-rata asupan energi pekerja dalam ruangan lebih kecil 92.8% AKG (SD±20.76) dibandingkan pada pekerja lapangan 97.57% AKG (SD±10.91). Rata-rata asupan lemak pada pekerja dalam ruangan lebih besar 35.9% AKG (SD±9.0) dibandingkan dengan pekerja lapangan 34.2% AKG (SD± 5.6). Rata-rata nilai aktifitas fisik pekerja dalam ruangan lebih kecil 6.52, (SD± 0.958) dibanding pekerja lapangan 6.71 (SD±0.82787). Hasil analisa Bivariat menunjukkan tidak ada perbedaan persen lemak tubuh, asupan energi dan lemak, kebiasaan makan serta aktifitas fisik antara pekerja dalam ruangan dengan pekerja lapangan (p> 0,05).

Kata kunci: lemak tubuh, kebiasaan makan, aktifitas fisik


References


Afifa. Faktor- faktor yang berhubungan dengan persen lemak tubuh pada karyawan wanita di RS. Karya Bakti Bogor, skripsi sarjana, Jakarta, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2003.

Almatsier, S. Prinsip Dasar Ilmu Gizi, Jakarta, PT. Gramedia, 2001.

Beacke, Jos A H, et al, A short questionnaire for the measurement of habitual physical activity in epidemiological studies, Am J Clin Nutr, 1982.

CJ Nooyen, Astrid S, Lando LJ Koppes, et. Al, Adolescent skinfold thickness is a better predictor of high body fatness in adults than is body mass index, Am J Clin Nutr, 2007.

Durnin, J.V.G.A and M.M. rahaman. 1967. ’The assessment of the amount of fat in the human body from measurement of skinfold tickness’ dalam : Lemak Tubuh dan Kesegaran Jasmani Pekerja Indonesia, Y. Krisdinamurtirin, dkk, Bogor, Laporan Penelitian Gizi dan Makanan, h-73, 1993.

Kiess W., et al, Multidisciplinary Management of Obesity in Children and Adolescents-Why and How Should It Be Achieved, Dalam Obesity in Childhood and Adolescence, Kiess W., Marcus C., Wabitsch M.,(Eds), Basel, 2004.

Prihatini, I. Faktor-faktor yang mempengaruhi persen lemak tubuh pada staf administrasi wanita, skripsi sarjana, Jakarta, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, 2004.

Russell R, Ingeborg T.H, Determinants of total daily energy expenditure: variability in physical activity, Am J Clin Nutr, 1994.

Suhardjo, Sosial Budaya Gizo, IPB Pangan dan Gizi, Bogor, 1989.

Supariasa, I. D.N, dkk Penentuan Status Gizi, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC, 2001.

Suyono, S dkk. ”Penyakit Degeneratif dan Gizi” dalam Risalah Widya Karya Pangan dan Gizi LIPI, Jakarta,1994.

Syarif, D.R, Childhood Obesity: Evaluation and Management, Dalam Naskah Lengkap National Obesity Symposium II, Editor: Adi S., dkk, Surabaya, 2003.

Wicaksono, H Dr. Obesitas, Available at http://www.ilmusehat.com/P_obesitas.htm, Oktober 23, 2008.

Widyastuti N, Hertanto W. S, Hubungan Beberapa Beberapa Indkator Obesitas dengan Hipertensi pada Perempuan, 2006. Available at www.mediamedika.net, Oktober, 2008.

Yuniar R, et al. Keseimbangan Energi dan Komposisi Tubuh Pekerja Dengan Jenis Pekerjaan Berbeda. Penelitian Gizi dan Makanan. Depkes RI, Bogor, Juni 2005.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

 

View My Stats