PENJELMAAN PUSAT PERBELANJAAN SEBAGAI RUANG PUBLIK SEMU

Aditianata Aditianata

Sari


Pusat perbelanjaan yang dahulu hanya sebagai tempat pertemuan dan transaksi jual beli saat ini telah menjawab kebutuhan masyarakat perkotaan akan kenyamanan, keamanan, aktualisasi diri dan sebagainya. Kebutuhan-kebutuhan ini ditangkap sebagai peluang oleh para pengembang yang kemudian secara kreatif melakukan inovasi terhadap pusat-pusat perbelanjaan yang mereka kembangkan. Kemudian Masyarakat kota yang terbagi ke dalam kelas-kelas berdasarkan ekonominya juga ikut berpengaruh terhadap penggunaan pusat perbelanjaan sebagai ruang publik. Saat ini pusat perbelanjaan telah menjelma menjadi ruang publik perkotaan favorit yang menggantikan ruang terbuka yang seyogyanya telah mulai ditinggalkan sebagai ruang publik tetapi pertanyaannya apakah pusat perbelanjaan dapat disebut sebagai ruang publik. Dalam tulisan ini mengangkat suatu kasus pusat perbelanjaan yang “dicurigai†dapat di sebut ruang publik yakni Central Park Jakarta, yang merupakan salah satu pusat perbelanjaan yang terdapat di Jakarta Barat. Penggunaan Central Park sebagai ruang publik dapat dilihat dari perilaku orang-orang yang menggunakan ruang tersebut. Pada kenyataannya Central Park yang memiliki ruang terbuka (Taman Tribeca) belum dapat disebut sebagai ruang publik karena central park tidak memenuhi tujuan sosial dari ruang publik. Central park merupakan bentuk ruang publik “semu†yang diciptakan oleh pengembang untuk mendukung tujuan ekonominya. Keadaan yang seperti ini akan berdampak buruk kepada perilaku dan kehidupan masyarakat kota. Masyarakat kota harus kritis terhadap rayuan kapitalisme yang didukung oleh pemerintah kota. Sudah sepatutnya masyarakat kota yang beradab memiliki ruang publik yang memenuhi tujuan-tujuannya untuk menjadikan orang-orang kota yang tinggal di kota sebagai “warga kotaâ€.
Kata kunci: Pusat Perbelanjaan, Ruang Publik dan Prilaku Masyarakat


Teks Lengkap:

PDF (English)

Referensi


Ahmadi, H. Abu. 2007. Psikologi Sosial. Rineka Cipta. Jakarta, 2007

Bloch, Ridgway & Nelson (1991: p. 445 – 456). Consumer behavior. 2th ed. USA : Prentice Hall Inc. 1991

Bungin, H.M. Burhan. (2006). Sosiologi Komunikasi : Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Prenada Media Grup. Jakarta, 2006

Engel, James F,. & Blackwell & Roger. D & Miniard, Paul. W., (1995). Consumer Behavior. 8th ed. USA : Dryden Press, 1995

Hall, Edward T. (1966). The Hidden Dimension. Doubleday. New York, 1966

Hariyono, Paulus (2007). Sosiologi Kota Untuk Arsitek. Bumi Aksara, Jakarta, 2007

Jeffry D. Fisher, Rober. Martin dan Paige Mosbaugh (1991: 121). Shopping Centre. A


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


VISIT COUNTER:

gerEGGe