KONSUMSI PANGAN, PENYAKIT INFEKSI, SOSIAL EKONOMI BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZI BALITA DI PERMUKIMAN KUMUH PADA MASA COVID-19

Stefany Lubis, Mertien Sa’pang, Laras Sitoayu, Putri Ronitawati, Anugrah Novianti

Abstract


Salah satu kelompok usia yang rentan mengalami masalah gizi yaitu balita, asupan gizi yang kurang dikonsumsi balita merupakan faktor penyebab langsung terjadinya masalah gizi. Pada masa pandemi, konsumsi pangan yang mengandung zat gizi seimbang sangat dibutuhkan karena diperlukan imunitas tubuh. Asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat yang kurang menyebabkan zat gizi tidak optimal sehingga rentan mengalami penyakit infeksi. Faktor ekonomi juga mempengaruhi adanya masalah gizi balita karena tersedianya bahan pangan yang bergizi dipengaruhi oleh sosial ekonomi keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsumsi pangan, penyakit infeksi dan sosial ekonomi dengan status gizi (BB/U) balita. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional dan jumlah sampel 57 balita yang tinggal di permukiman kumuh RT 03 Kelurahan Gandasari Tangerang. Pengumpulan data karakteristik responden meliputi usia, tingkat pendidikan, pekerjaan, penyakit infeksi dan sosial ekonomi diperoleh dengan wawancara menggunakan instrumen kuesioner umum. Data status gizi dengan BB/U, konsumsi pangan menggunakan kuesioner food recall 2x24 jam dan dianalisa menggunakan program Nutrisurvey. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan balita mempunyai status gizi normal (57.9%). Penyakit infeksi yang sering dialami adalah ISPA (56,1%) sedangka diare (38,6%). Sebagian besar balita memiliki tingkat asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat dalam kategori cukup dan tingkat sosial ekonomi rendah (73,7%). Tidak terdapat hubungan konsumsi pangan (p=1,000), penyakit infeksi (p=0,093) dan sosial ekonomi (p=0,426) terhadap status gizi balita indeks BB/U.

Kata Kunci: Konsumsi Pangan, Penyakit Infeksi, Sosial Ekonomi, Status Gizi

 


Keywords


Konsumsi Pangan, Penyakit Infeksi, Sosial Ekonomi, Status Gizi

References


AshSiddiq, N. A. (2018). Penyakit Infeksi Dan Pola Makan Dengan Kejadian Status Gizi Kurang Berdasarkan Bb/U Pada Balita Usia 6-24 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Sepenggal. Scientia Journal, 7(2), 158–165.

Besari, D. A. (2014). Determinan Faktor Yang Mempengaruhi Status Gizi Kurang Pada Balita Di Desa Branta Pesisir Dan Desa Tlanakan Kecamatan Tlanakan kabupaten Pamekasan. Jurnal Tata Boga, 3(3), 8–13.

http://jurnalmahasiswa.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/view/8134/baca-artikel

BPS Kota Tangerang 2020 dalam Katalog Kecamatan Jatiuwung dalam Angka. (2020). Kecamatan Jatiuwung Dalam Angka 2020.

Cahya, D. L., & Juanda, N. (2012). Penataan Kawasan Kumuh (Pulo Geulis) Kelurahan Babakan Pasar Kecamatan Bogor Tengah Kota Bogor. Jurnal Planesa (Planologi), 3(1).

Halim, Y., & Pambudi, W. (2019). Hubungan Status Gizi dengan Prevalensi ISPA Pada Anak Usia 6 – 24 Bulan di Puskesmas Wilayah Kota Administratif Jakarta Barat Periode Januari – April 2017. Tarumanagara Medical Journal, 1(2), 428–433.

Handini, D., Ichsan, B., & Nirlawati, D. D. (2013). Hubungan Tingkat Pendapatan Keluarga Dengan Status Gizi Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Kalijambe. Biomedika, 5(2). https://doi.org/10.23917/biomedika.v5i2.263

Hendrayati, Amir, A., & Darmawati. (2013). Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Wasting Pada Anak Balita di Kecamatan Marioriwawo Kabupaten Soppeng. Media Gizi Pangan, XV(1), 56–61.

Indriati, R., & Aminingsih, S. (2020). Hubungan Riwayar Penyakit ISPA dan Diare Dengan Status Gizi Pada Anak Usia 1-5 Tahun. Jurnal Ilmu Kesehatan, 8(1).

Kementerian Kesehatan RI. (2017). Buku Saku Pemantauan Status Gizi. Buku Saku Pemantauan Status Gizi Tahun 2017, 7–11.

Maradesa, E., Kapantow, N. H., & Punuh, M. I. (2014). Hubungan Antara Asupan Energi dan Protein Dengan Status Gizi Anak Usia 1-3 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Walantakan Kecamatan Langowan. 1–8.

Nengsi, S., & Risma. (2017). Hubungan Penyakit Infeksi dengan Status Gizi Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Anreapi Kabupaten Polewali Mandar. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 3(1).

Nindyna Puspasari, & Merryana Andriani. (2017). Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Gizi dan Asupan Makan Balita dengan Status Gizi Balita (BB/U) Usia 12-24 Bulan. Amerta Nutrition, 1(4), 369–378. https://doi.org/10.20473/amnt.v1.i4.2017.369-378

Sahalessy, R. K. F., Kapantow, N. H., & Mayulu, N. (2015). Hubungan Antara Asupan Energi Dengan Status Gizi Batita Umur 1-3 Tahun Di Desa Mopusi Kecamatan Bolaang Mongondow Induk Sulawesi Utara 2014. Jurnal E-Biomedik, 3(3), 1–5. https://doi.org/10.35790/ebm.3.3.2015.9362

Sebataraja, L. R., Oenzil, F., & Asterina, A. (2014). Hubungan Status Gizi dengan Status Sosial Ekonomi Keluarga Murid Sekolah Dasar di Daerah Pusat dan Pinggiran Kota Padang Lisbet Rimelfhi Sebataraja,. Jurnal Kesehatan Andalas, 3(2), 182–187. https://doi.org/10.25077/jka.v3i2.81

Sukoco, noor edi widya, Pambudi, J., & Herawati, maria holly. (2015). Hubungan Status Gizi Anak Balita Dengan Orang Tua Bekerja. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan, 18(4), 387–397.




DOI: https://doi.org/10.47007/hp.v2i01.4075

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Health Publica

Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
Telp : 021 5674223 ext 266

 

View My Stats