PENGEMBANGAN PRODUK LOKAL FLATBAR TEMORINGA SEBAGAI VARIAN MAKANAN TAMBAHAN BALITA

Rahmatia Risda, Putri Ronitawati, Laras Sitoayu

Abstract


Latar Belakang: Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan salah satu program pemerintah dalam permasalahan gizi balita. Telah banyak penelitian yang menginovasikan produk PMT. Pada pengembangan produk ini mengupayakan menggunakan bahan-bahan yang mengandung alergen gluten rendah dimana salah satunya dilakukan substitusi penggunaan tepung terigu menjadi tepung mocaf/tepung singkong yang divariasikan dengan penambahan tepung tempe sebagai sumber protein dan prebiotik, daun kelor dan kismis sebagai elemen terapeutik dan prebiotik untuk melengkapi kandungan produk PMT. Metode: Kegiatan pengembangan produk dilakukan pada bulan September 2021 dimana kegiatan berfokus pada pembuatan flatBar, penilaian kandungan gizi dan perhitungan kebutuhan biaya untuk pembuatan produk. Hasil: Dalam percobaan pembuatan produk FlatBar Temoringa ini didapatkan hasil rata-rata sebanyak 16-17 porsi dengan masing-masing porsi terdiri atas 4 keping FlatBar dengan berat masing-masing sekitar 9 gram. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat membuat 1 resep ini memerlukan biaya Rp. 46,706.00 dan Rp. 2,768.00 per sajian (40 gram). Hasil uji citarasa yang dilakukan pada 5 responden menunjukkan hasil rata-rata dari segi tekstur baik, aroma baik, rasa baik, dan warna cukup baik. Kesimpulan: Pengembangan produk FlatBar Temoringa memberikan kandungan gizi yang seimbang dengan kandungan per 100 gram energi 488.9 kkal, protein 13,3 g, lemak 16,6 g, karbohidrat 73,7 g yang sudah mengikuti standar mutu kandungan gizi menurut Permenkes No.15 Tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi.


Keywords


PMT Balita, pengembangan produk, tempe, tepung singkong, mocaf, daun kelor, gluten free

References


Ariani, D., M.Angwar. (2018). Produk Pangan Berbasis Tempe dan Aplikasinya. Jakarta:Balai Penelitian Teknologi Bahan Alam (BTPA-LIPI)-LIPI Press.

Dewey, Kathyrn. (2001). Guiding Principles for Complementary Feeding of The Breastfeed Child. Division of Health Promotion and Protection Food and Nutrition Program-PanAmerican Health Organization World Health Organization.

Simbolon, Natassya. (2019). Skripsi:Pengaruh Pemberian Cookies dengan Penambahan Tepung Daun Kelor (Moringa Oleifera) terhadap Kenaikan BB Balita di Desa Kubah Sentang. Medan: Politeknik Kesehatan Medan Jurusan Gizi.

Rizky I., Oktovina, dkk. (2015). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Biskuit dan Bolu Tepung Tempe terhadap Peningkatan Berat Badan dan Tinggi Badan pada Balita Gizi Kurang Tahun 2015. Jurnal “Ilmiah Kedokteran” Volume 3 Nomor 1 Edisi September 2015, hal 18-24.

Sartika, Ratu Ayu Dewi. (2008). Pengaruh Asam Lemak Jenuh, Tidak Jenuh, dan Asam Lemak Trans terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional Vol 2, No.4, Februari 2008.

Septiani. (2014). Pengaruh Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan pada Balita Gizi Kurang terhadap Perubahan Status Gizi di Wilayah Puskesmas Kramat Kabupaten Tegal. Jurnal Riset Gizi, 2(2), 40–45.

Zakaria, dkk. (2012). Penambahan Tepung Daun Kelor Pada Menu Makanan Sehari-hari dalam Upaya Penanggulangan Gizi Kurang pada Anak Balita. Media Gizi Pangan, Volume XIII, Edisi 1, Januari-Des 2012.

Zakaria, dkk. (2013). Pemanfaatan Tepung Kelor (Moringa Oleifera) dalam Formulasi Pembuatan Makanan Tambahan untuk Balita Gizi Kurang. Media Gizi Pangan, Vol.XV, Edisi 1. 2013.

Permenkes No.15 Tahun 2016 tentang Standar Produk Suplementasi Gizi. Jakarta: Kemenkes RI.

Permenkes No.28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.




DOI: https://doi.org/10.47007/hp.v3i01.5460

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Health Publica

Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
Telp : 021 5674223 ext 266

 

View My Stats