Pelaksanaan Peran dan Fungsi embaga Saksi dan Korban di Indonesia Sesuai Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban

Fachri Bey, Dian Dian

Abstract


In the process of disclosure of a criminal case from evidentiary court stage, the existence and role of the witness is expected. Even be the deciding factor and success in uncovering the criminal case. Without the presence and role of the witness or victim, you can bet a case would be a dark number of the crime. Indonesia despite having the Witness Protection Act and the Victims was enacted on August 11, 2006. But formally, this law is still considered to be maximal in regulating the protection of witnesses and Victims? How the position and role of statutory Act No.13 year 2006 about Protection of Witnesses and Victims? Are the barriers of protection of witnesses and crime victims in Indonesia according to Law 13 Year 2006 about Protection of Witnesses and Victims? In writing this research methode, the authors use the methode of empirical legal research and normative legal research methodes. The end result of this research was the discovery of the fact that the provision of witness protection and victim assistance crime by police and prosecutors are still lacking in practice. This is caused by several factors such as the protection is not known specifically in these two institutions. The absence of the unit that works specifically to provide protection to witnesses and victims in the structure in the structure of the Police and Prosecutor’s so protective measures undertaken by these two institutions is not optimal.

Keywords: Witness, Protection, Victims

References


Adami Chaazawi, “Pelajaran Hukum Pidana 1â€, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2002.

Andi Hamzah, “Hukum Acara Pidana Indonesia“, Sinar Grafika, Jakarta, 2005.

Arif Gosita Arif. Masalah Korban Kejahatan. Jakarta: Akademika Pressindo, 1993.

Djoko Prakoso, â€Alat Bukti dan Kekuasaan Pembuktian di Dalam Proses Pidanaâ€, Liberty, Yogyakarta, 1998.

E.Y Kanter dan Sianturi S.R, â€Asas-Asas Hukum Pidana di Indonesia dan Penerapannyaâ€, Storia Grafika, Jakarta, 2002.

Eddyono,Widodo Supriyadi, “Sebuah Pemetaan Awal“, Cet.1, Indonesia Corruption Watch, Jakarta, 2007.

Indonesia, “Undang-Undang Tentang Pengadilan Hak Asasi Manusiaâ€, UU No 26 Tahun 2000, LN No. 208,TLN No.4026.

________, Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana

________, â€Undang-Undang Tentang Penanggula-ngan Bencanaâ€, UU No.24 Tahun 2007, LN No. 66 Tahun 2007, TLN No. 4723.

________, “Undang-Undang Tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tanggaâ€, UU No 23 Tahun 2004, LN No. 95 Tahun 2004, TLN No. 4419

________, “Undang-Undang Tentang Saksi Dan Korbanâ€, UU No 13 Tahun 2006, LN No. 64 Tahun 2006, TLN No. 4635

________, “Undang-Undang Tentang Tindak Pidana Perdagangan Orangâ€, UU No 21 Tahun 2007, LN No. 58 Tahun 2007, TLN No. 4720.

Leden Marpaung, â€Asas-Teori-Praktek Hukum Pidanaâ€, Sinar Grafika, Jakarta, 2005.

------------, â€Unsur-Unsur Perbuatan yang Dapat Dihukum (Delik)â€, Sinar Grafika, Jakarta, 1991.

Luhut M.Pangaribuan, â€Hukum Acara Pidanaâ€, Surat-surat Resmi di Pengadilan Oleh Advokat, Eksepsi, Pledoi, Duplik, Memori Banding, Kasasi, Peninjauan Kembali. Cet. Ke-2, Ed. Revisi, Djambatan, Jakarta, 2005.

Moeljatno, â€Hukum Pidana Delik-Delik Penyer-taanâ€, Rajawali Pers, Jakarta, 2003.

Peraturan Pemerintah Tentang Kompensasi, Resti-tusi dan rehabilitasi Terhadap Korban Pe-langgaran Hak Asasi Yang Berat. PP. No.3 Tahun 2002, LN No. 7 Tahun 2002, TLN No. 4172.

Peraturan Pemerintah Tentang Tata Cara Perlindu-ngan Terhadap Korban dan Saksi dalam Pe-langgaran HAM Berat. PP. No.2 Tahun 2002, LN No. 5 Tahun 2002, TLN No. 4171.

Prinst Darwan, “Hukum Acara Pidana Dalam Praktikâ€, Cet 2, Djambatan, Jakarta, 2008.

Question Dempster, « Whistleblower Para Pengungkap Fakta », (Whistleblower). diterjemahkan oleh Tim penerjemah EL SAM, Jakarta, 2006.

R. Soesilo. Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHP). Bogor: Politeia, 1996.

------------. â€Pokok-Pokok Hukum Pidana Peraturan Umum dan Delik-Delik Khususâ€, Politeta, Bogor, 1984.

Sahetapi dan Reksodiputro Mardjono, “Parados dalam Kriminologiâ€, Ed. 1, Rajawali, Jakarta, 1982.

------------. â€Pidana Mati Dalam Negara Pancasilaâ€, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2007.

Soekanto Soerjono, â€Pengantar Penelitian Hukumâ€, Rajawali Press, Jakarta, 1985.

Wiryawan Martanto Syahrial dan Melly Setyoeati, â€Perlindungan Saksi dan Korban: sebuah Observasiâ€, Awal Cet. 1. Indonesia Corruption Watch, Jakarta, 2007.




DOI: https://doi.org/10.47007/lj.v8i1.319

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lembaga Penerbitan Universitas Esa Unggul
Jalan Arjuna Utara No 9 Kebon Jeruk Jakarta 11510
Telp : 021 5674223 ext 266

email : [email protected]

    




Visitor Statistic