PENGARUH ASUPAN ENTERAL FEEDING DIBAWAH KEBUTUHAN SEHARI TERHADAP PERUBAHAN SERUM ALBUMIN DAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN

Indah Iman Sari, Yulia Wahyuni, Lilik Sri Hartati

Abstract


Abtract

Craniotomy patients are particulary susceptible about metabolic stress. Adequate intake of enteral feeding will increase serum albumin and hemoglobin level as indicators in the wound healing process and reduce bleeding. The aim of this study was to evaluate the effect of inadequate enteral feeding on serum albumin and hemoglobin level for post craniotomy patients at RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. This is a Quasi Experiment with design one group pre test and post test. The population in this study is 25 post craniotomy patients with enteral feeding intake per NGT. Bivariat test with Mc Nemar’s test on SPSS ver.17. Our result showed that inadequate enteral feeding decrease serum albumin and hemoglobin level significantly (p<0,05). Conclusion: Energy and protein inadequately from enteral feeding intake (below daily dietary) will decrease serum albumin and hemoglobin level for post craniotomy patients.

 

Keywords: enteral feeding, hemoglobin level, post craniotomy, serum albumin

 

Abstrak

Latar Belakang: Pasien post craniotomy merupakan pasien yang rentan terhadap stres metabolik dan dengan asupan enteral feeding yang adekuat akan meningkatkan serum albumin dan kadar hemoglobin untuk proses penyembuhan luka dan mengurangi perdarahan. Tujuan: Mengetahui pengaruh asupan enteral feeding dibawah kebutuhan sehari terhadap perubahan serum albumin dan kadar hemoglobin pasien post craniotomy di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Metode: Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan design one group pre test dan post test. Populasi dalam penelitian ini adalah sebanyak 25 responden kraniotomi dengan asupan enteral feeding NGT. Analisa bivariat dengan menggunakan uji Mc Nemar pada SPSS versi 17. Hasil: Uji statistik menunjukkan ada pengaruh asupan enteral feeding dibawah kebutuhan sehari terhadap perubahan serum albumin dan kadar hemoglobin (p<0,05). Kesimpulan: Asupan enteral feeding berupa energi dan protein dibawah kebutuhan sehari (tidak adekuat) mengakibatkan penurunan serum albumin dan kadar hemoglobin.

 

Kata kunci: enteral feeding, kadar hemoglobin, post kraniotomi, serum albumin


References


Almatsier, Sunita. (2007). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Hasir J, Hisbullah, Ahmad RM, Arif SK, Seweng A. (2014). Pengaruh pemberian nutrisi enteral intermitten terhadap kadar gula darah sewaktu pada pasien cedera otak berat pascabedah. JST Kesehatan, 4(1), 78-86.

Rusjiyanto. (2009). Pengaruh pemberian suplemen seng (Zn) dan vitamin C terhadap kecepatan penyembuhan luka pasca bedah di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sukoharjo. Journal Kedokteran Indonesia. Jakarta

Meliana, Dina. (2004). Studi Banding Beberapa Metode Pengukuran Kadar Hemoglobin. (Skripsi). Surakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Surakarta.

Riswara. (2016). Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Post Operasi Kraniotomy Di Ruang Bedah Lantai 6 Kepresidenan RSPAD Gatot Soebroto. Jurusan Ilmu Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan. Universitas Esa Unggul. (Skripsi).

Mansjoer A. (2000). Kapita Selekta Kedokteran jilid 1. Jakarta: Selemba Medika

Brunner, Suddarth. (2003). Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. 2(8). Jakarta: EGC.

Aryani R, Suharyanto T, Widagdo W. (2008). Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Persarafan. Jakarta: Trans Info Media.

Dictara AA, Angraini DI, Musyabiq S. (2018). Efektivitas pemberian nutrisi adekuat dalam penyembuhan luka pasca laparotomi. Jurnal Kedokteran Universitas Lampung, 7(2), 249.

Purwandari F, Rahmalia SHD, Sabrian F. (2014). Efektifitas terapi aroma lemon terhadap penurunan skala nyeri pada pasien post laparatomi. Jurnal Online Mahasiswa Universitas Riau, 1(1)

Bagus Y. (2014). Pengertian jenis kelamin dan gender. Available at: https://prezi.com/avqlql1b9uzh/pengertian-jenis-kelamin-dan-gender/

Hurlock, Elizabeth B. (2004). Developmenral Psychology. Jakarta: Erlangga.

Saventy, Amelia. (2016). Pengaruh Pemberian Makanan Cair Melalui Naosgastric Tube (NGT) Terhadap Indeks Masa Tubuh (IMT), Hemoglobin, dan Kadar Albumin Pasien Kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. [Skripsi]. Jurusan Ilmu Gizi. Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan. Universitas Esa Unggul.

Setiati S, Alwi I, Sudoyo AW, Stiyohadi B, Syam AF. (2014). Buku ajar ilmu penyakit dalam jilid I (edisi 6. Jakarta: Interna Publishing.

Casaer, Michael P. (2011). Early versus Late Parenteral Nutrition in Critically Ill Adults. The New England Journal of Medicine, 365, 506-517.

Kim, Hyunjung, Smi Choi-Kwon. (2011). Changes In Nutritional Status In ICU Patients Receiving Enteral Tube Feeding: A Prospective Descriptive Study. Journal of Intensive and Critical Care Nursing, 27, 194-201.

Ariono, Christian. (2015). Nutrisi Enteral. [Skripsi]. Bandung: Fakultas Kedokteran-Universitas Padjadjaran.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.